Terkadang, momen paling sederhana menyimpan kebijaksanaan terdalam. Bayangkan kamu lagi main game kompetitif favoritmu, tapi mouse delay 10 ms, keyboard ghosting, headset suaranya pecah, atau mousepad licin bikin aim meleset terus — rasanya frustrasi banget, kan? Di tahun 2026 ini, peripheral gaming sudah berevolusi jauh: sensor 8000 Hz polling rate, switch optik-magnetic, audio spatial 3D, hingga RGB yang sinkron dengan game. Tapi yang paling penting: mana yang benar-benar worth it untuk kantong orang Indonesia? Di artikel ini, Raditz Computer akan bandingkan 5 peripheral gaming terpopuler dan paling banyak dibicarakan tahun ini — dari mouse, keyboard, headset, mousepad, sampai controller. Semua berdasarkan review real user, tes performa, dan harga resmi di pasar Indonesia Januari 2026. Yuk, cari tahu mana yang paling cocok buat setup kamu!

1. Mouse Gaming: Logitech G Pro X Superlight 3 vs Razer Viper V3 Pro vs Lamzu Atlantis Mini

Mouse wireless ultra-light masih jadi raja di 2026.

  • Logitech G Pro X Superlight 3 (Rp 2,1–2,4 juta) Bobot 55 gram, sensor Hero 2 44K DPI, polling rate 8K Hz (dengan dongle), baterai 95 jam. Kelebihan: Grip paling nyaman untuk claw/fingertip, build quality terbaik, software Logi G HUB stabil. Kekurangan: Nggak ada RGB berlebihan (cocok buat yang minimalis).
  • Razer Viper V3 Pro (Rp 2,3–2,6 juta) Bobot 54 gram, sensor Focus Pro 35K, 8K Hz native, baterai 95 jam. Kelebihan: Shape simetris paling versatile, klik paling crisp, coating grip super anti-slip. Kekurangan: Software Razer Synapse kadang berat.
  • Lamzu Atlantis Mini (Rp 1,2–1,5 juta) Bobot 49 gram, sensor PAW3395, 4K–8K Hz (tergantung versi), baterai 80 jam. Kelebihan: Harga paling ramah, shape unik nyaman buat tangan kecil–sedang. Kekurangan: Coating kurang premium dibanding Logitech/Razer.

Pilih mana? Kalau budget unlimited → G Pro X Superlight 3 atau Viper V3 Pro. Kalau cari value king → Lamzu Atlantis Mini.

2. Keyboard Mechanical: Wooting 80HE vs Keychron Q1 HE vs SteelSeries Apex Pro TKL

Keyboard dengan switch analog-magnetic lagi jadi primadona karena actuation adjustable & rapid trigger.

  • Wooting 80HE (Rp 3,5–4 juta) Switch Lekker magnetic, actuation 0.1–4.0 mm adjustable, rapid trigger 0.1 ms, hotswap. Kelebihan: Rapid trigger terbaik di kelasnya, software luar biasa untuk custom profile per game. Kekurangan: Harga premium, layout TKL (tanpa numpad).
  • Keychron Q1 HE (Rp 2,2–2,8 juta) Switch Gateron magnetic, adjustable actuation, gasket mount, RGB per key. Kelebihan: Build quality aluminium premium, typing feel paling enak, harga lebih masuk akal. Kekurangan: Rapid trigger sedikit kalah cepat dari Wooting.
  • SteelSeries Apex Pro TKL (Rp 2,8–3,5 juta) Switch OmniPoint 2.0 adjustable, actuation 0.1–4.0 mm, OLED screen. Kelebihan: OLED screen keren untuk info game, build solid. Kekurangan: Software kurang fleksibel dibanding Wooting/Keychron.

Pilih mana? Kalau kamu pro gamer FPS → Wooting 80HE. Kalau mau balance harga & feel → Keychron Q1 HE.

3. Headset Gaming: SteelSeries Arctis Nova Pro Wireless vs Logitech G Pro X 2 Lightspeed vs HyperX Cloud Alpha Wireless

Audio spatial & baterai panjang jadi prioritas di 2026.

  • SteelSeries Arctis Nova Pro Wireless (Rp 5,5–6,5 juta) Driver 40 mm, ANC aktif, base station dengan DAC, baterai hot-swap. Kelebihan: Suara paling balance, mic jernih, base station multifungsi. Kekurangan: Harga tinggi.
  • Logitech G Pro X 2 Lightspeed (Rp 3,5–4 juta) Driver graphene 50 mm, DTS:X 2.0 spatial, baterai 95 jam. Kelebihan: Bobot ringan, suara gaming akurat, mic detachable. Kekurangan: ANC tidak ada.
  • HyperX Cloud Alpha Wireless (Rp 2,8–3,5 juta) Driver dual chamber 50 mm, baterai 300 jam (!), DTS spatial. Kelebihan: Baterai monster, nyaman dipakai lama. Kekurangan: Mic standar, tidak ada ANC.

Pilih mana? Kalau budget tinggi → SteelSeries Nova Pro. Kalau cari value & baterai panjang → HyperX Cloud Alpha Wireless.

4. Mousepad: Artisan Hayate Otsu vs SteelSeries QcK Heavy vs Lamzu Energetic

Mousepad besar & tebal lagi tren untuk low-sens gamer.

  • Artisan Hayate Otsu (XL) (Rp 1,2–1,8 juta) Permukaan hybrid cloth, kontrol & speed balance, tebal 4 mm. Kelebihan: Konsistensi glide terbaik, awet bertahun-tahun. Kekurangan: Harga premium.
  • SteelSeries QcK Heavy Large (Rp 400–600 ribu) Cloth tebal 6 mm, permukaan micro-woven. Kelebihan: Murah, grip bagus, banyak ukuran. Kekurangan: Glide kurang halus dibanding Artisan.
  • Lamzu Energetic (Rp 500–800 ribu) Hybrid surface, anti-slip base, ukuran besar. Kelebihan: Value terbaik, glide mulus. Kekurangan: Belum se-awet Artisan.

Pilih mana? Kalau serius kompetitif → Artisan. Kalau budget terbatas → SteelSeries QcK Heavy atau Lamzu.

5. Controller: GameSir G7 SE vs 8BitDo Ultimate vs Xbox Elite Series 2

Controller wired/wireless dengan hall effect stick lagi populer karena anti-drift.

  • GameSir G7 SE (Rp 800 ribu – 1 juta) Hall effect stick, mechanical buttons, customizable trigger. Kelebihan: Harga murah, anti-drift, software bagus. Kekurangan: Layout Xbox (bukan PlayStation).
  • 8BitDo Ultimate 2.4G (Rp 1,2–1,5 juta) Hall effect, RGB, charging dock, switch mode. Kelebihan: Build quality premium, kompatibel multi-platform. Kekurangan: Trigger kurang halus dibanding GameSir.
  • Xbox Elite Series 2 (Rp 3–4 juta) Adjustable stick & trigger, paddle belakang, premium build. Kelebihan: Customisasi tertinggi. Kekurangan: Harga mahal, rentan drift kalau tidak dirawat.

Kesimpulan: Peripheral Mana yang Wajib Kamu Upgrade di 2026?

Tren peripheral gaming 2026 fokus pada performa tinggi tapi tetap nyaman & anti-drift: mouse 8K Hz, keyboard magnetic, headset spatial, mousepad hybrid, dan controller hall effect. Kalau budget terbatas, prioritaskan mouse + mousepad dulu — itu yang paling memengaruhi aim & kontrol. Kalau sudah punya setup mantap, upgrade keyboard magnetic atau headset wireless akan terasa beda banget.

Mau rekomendasi build peripheral gaming sesuai budgetmu (5 juta, 10 juta, atau high-end)? Cek panduan lengkap dan review terbaik di Raditz Computer di sini — update setiap minggu!

Terakhir update: 24 Januari 2026


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *